• Jl. Raya Karya Makmur
  • 081224039350
  • office@karyamakmurbangka.desa.id
INFO
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Karya Makmur Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka

Satu Pasien Corona Berstatus PDP Kabupaten Bangka Meninggal Dunia

10 April 2020 Administrator Berita Desa

Proses pemakaman warga BTN, Karya Makmur, Bangka yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Depati Bahrin Sungailiat dilakukan sesuai dengan SOP Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Siaga Darurat Bencana Corona Virus Pemkab Bangka, Boy Yandra menyampaikan, pasien dengan nomor urut 06 yang dilarikan ke RSUD Depati Bahrin yang masuk kategori PDP tersebut sebelumnya mengalami riwayat sesak nafas. Setelah menjalani perawatan beberapa jam, PDP tersebut meninggal dunia pada pukul 23:40 wib, Kamis (09/04) malam.

"PDP tersebut telah dilakukan rapid tes dengan hasil negatif covid-19. Pihak Rumah Sakit juga telah mengambil sample Swap terhadap pasien yang akan diantarkan ke Jakarta untuk uji lab," kata Boy saat mengadakan konfrensi pers di posko gugus tugas penanggulanan covid-19, Jumat (10/04) sore.

Dikatakannya, karena sudah masuk PDP, kalau pesien tersebut sudah meninggal dunia maka pemakamannya pun harus sesuai dengan SOP PDP Covid-19. Walaupun hasil rapid tesnya negatif.

"Jadi janganlah dikira apabila orang yang memakai ADP robot lengkap ditempat pemakaman itu telah positif covid-19. Dan masyarakat janganlah berasumsi sendiri menyatakan hal tersebut positif covid-19. Hasil rapid tes negatif dan sekitar 4 atau 5 hari, nanti kita akan umumkan hasil dari Lab Swap Jakarta," ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak mendengar dari informasi yang belum pasti karena Kabupaten Bangka sekarang ini masih berstatus hijau dari Covid-19.

"Kami dari Posko Gugus Tugas nantinya akan menyampaikan apapun hasilnya. Sementara keluarga almarhum PDP tetap dilakukan pemantauan dan screning oleh tim surveiland kecamatan yakni Puskesmas Pemali," jelas Boy Yandra.

Dikesempatan yang sama, Direktur RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Dr. Yogi mengatakan pasien yang datang ke RSUD Depati Bahrin tersebut dibawa petugas Puskesmas Sungailiat dengan kondisi keluhan sesak nafas berat.

"Karena kondisinya begitu berat pasien pun haruslah dirawat inap kan dan perawatannya pun harus sesuai standar yakni di ruang isolasi. Dalam perawatan konsisi pasien PDP semakin menurun yang akhirnya meninggal dunia," katanya.

Dikatakannya, karena sudah masuk PDP, pemakamannya pun haruslah sesuai SOP pemulasaran jenazah Covid-19.

"Pasien yang meninggal dunia tersebut tidak lagi mampir atau pulang ke rumahnya. Sehingga petugas pun harus mengunakan atribut APD lengkap. Jadi pemulasaran jenazah sesuai SOP itu untuk mewaspadai jangan sampai hasil lab swap nya positif, tetapi Kita tidak menjalankan pemulasaran jenazah PDP tidak sesuai SOP," terangnya.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar