• Jl. Raya Karya Makmur
  • 081224039350
  • office@karyamakmurbangka.desa.id
INFO
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Karya Makmur Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka

Siswanto yang Pahanya Diamputasi karena Diabetes Akut Dikunjungi Bupati Bangka dan Dapat Santunan

03 Februari 2020 Administrator Berita Desa

Siswanto, warga Desa Karya Makmur Kecamatan Pemali yang paha kanannya telah diamputasi mendapatkan santunan dari Gerakan Sedekah Seribu Barokah Pemkab Bangka, Senin (3/2/2020).

Paha kanan Siswanto diamputasi setelah dirinya mengidap penyakit diabetes yang akut.

Santunan kepada Siswanto diserahkan langsung oleh Bupati Bangka Mulkan.

Orang nomor satu di Kabupaten Bangka itu menyempatkan diri untuk menyalurkan santunan ini secara langsung disela-sela kesibukannya

"Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan merasa terbantu atas bantuan yang diberikan Bapak Bupati. Penyakit ini baru kami idap semenjak November 2019 yang lalu dan kini telah merenggut kaki kami," kata Siswanto.

Selain Siswanto, warga lain yang juga mendapatkan santunan adalah Tri Yanti Sastri.

Dia merupakan korban lakalantas di daerah Lingkungan Cokro Kelurahan Sungailiat beberapa waktu yang lalu.

Tri berprofesi sebagai pedagang dan tinggal di Kampung Nelayan Kelurahan Sri Menanti.

Akibat kecelakaan tersebut dirinya mengalami patah tulang di bagian tangan kanan dan kakinya.

Hingga kini ia belum bisa berjalan apalagi untuk beraktifitas seperti biasa. Melalui bantuan yang diberikan.

"Saya merasa sangat bersyukur dan merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah," kata Tri.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan Pemkab Bangka memberikan bantuan berupa kursi roda dan sejumlah uang santunan untuk meringankan biaya pengobatan kedua warga ini.

Dana yang disalurkan merupakan hasil dari sumbangan dari setiap pegawai di Pemkab Bangka melalui program 'Gerakan Sedekah Seribu Barokah'.

"Kami telah melihat berapa manfaat yang diberikan atas santunan Gerakan Sedekah Seribu Barokah ini. Ke depannya, program ini akan terus kami laksanakan guna membantu masyarakat di Kabupaten Bangka," ujar Mulkan.

Apa Itu Program Gerakan Seribu Barokah ?

Sebelumnya diberitakan, Gerakan Sedekah Seribu Rupiah Sehari (Serbu) Barokah adalah p[engembangan konsep dari program serupa sebelumnya yakni Gerakan Sedekah Lima Ratus Rupiah Sehari (Semari) Pemkab Bangka.

Proggram Pemkab Bangka ini digulirkan mulai Januari 2020. Ini dilakukan karena pada tahun 2020 ini jumlah atau nilai sedekahnya ditingkatkan dari Rp 500/hari menjadi Rp 1.000/hari yang melihat seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bangka.

Hal ini diungkapkan Meinalina, Ketua Pengelola Gerakan Serbu Barokah kepada Bangkapos com, Minggu (12/01/2020) silam di kantornya .

"Gerakan sedekah seperti ini sangat efektif dan cepat sekali dalam membantu masyarakat kurang mampu yang menderita sakit atau terkena musibah lainnya," kata Meinalina, yang juga kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka.

Diungkapkannya Gerakan Semari tahun 2019 lalu terkumpul dana sekitar Rp 380 juta lebih, dalam satu tahun bisa membantu sekitar 133 orang pasien yang seluruh Kabupaten Bangka.

"Dana Gerakan Semari tahun 2019 lalu masih ada saldo sekitar Rp 70 jutaan lebih, bahkan diawal Januari 2020 ini sudah kita gunakan lagi untuk membantu beberapa pasien dari keluarga kurang mampu," ujar Meinalina.

Ditambahkannya bagi masyarakat kurang mampu yang ingin mendapatkan bantuan Gerakan Serbu BarokAh ini cukup mengajukan persyaratan, seperti fotokopi KTP, KK, SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), dan foto kondisi pasien.

"Semua persyaratan ini diserahkan kepada pengelola atau bendahara Gerakan Serbu Barokah, Pak Waluyo di Kantor Bupati Bangka," ungkap Meinalina.


Dilanjutkannya bentuk bantuan yang diberikan kepada pasien biasanya berupa korsi roda, uang santunan, bantuan transportasi (tiket pesawat) bila berobat keluar daerah dan lainnya tergantung kebutuhan dan jenis penyakit yang diderita pasien.

"Pasien yang kita bantu ini bermacam-macam penyakitnya ada menderita penyakit ginjal, jantung, paru-paru, lumpuh, dan penyakit lainnya.Pasiennya ada anak-anak, remaja, orang dewasa, dan lansia," kata Meinalina.

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar